Sabtu, 03 Desember 2011

SP isolasi sosial



STRATEGI PELAKSANAAN
TINDAKAN KEPERAWATAN PADA Sdr X dengan MASALAH UTAMA
ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI
Hari : Kamis, 7 April 2009 Klien : Sdr X
Pertemuan ke : 2 Diagnosa : Isolasi sosial Menarik diri
A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Klien
a. Klien tidak berkomunikasi dengan siapapun
b. Klien selalu Menunduk saat berbicara
c. Klien hanya menyendiri
d. Klien tidak mampu mempertahankan kontak mata
e. Setelah terjadi hubungan saling percaya klien mulai mau berkomunikasi dengan perawat
f. Klien mengatakan sering diolok-olok oleh teman-temannya karena tidak lulus UAN 2007, dan Klien sangat malu, Klien juga merasa sangat kesepian
2. Diagnosa Keperawatan
Isolasi Sosial : Menarik diri
3. Tujuan
Klien mempu berkenalan dengan satu orang
4. Tindakan Keperawatan
a. Identifikasi penyebab isolasi sosial
b. Diskusi dengan Klien tentang keuntungan berinteraksi dengan orang lain
c. Ajarkan Klien cara berkenalan dengan satu orang
d. Berikan pujian pada Klien
e. Anjurkan Klien memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan orang lain dalam kegiatan sehari-hari
B. Strategi Pelaksanaan
1. Fase Orentasi
a. Salam Terapeutik
“ Selamat Pagi mas x
“ Masih ingat dengan nama saya mas ? Bagus...mas masih ingat dengan nama saya “
“ Apakah tadi malam Mas bisa tidur?
b. Validasi
“ Bagaimana perasaan mas hari ini ? masih merasa kesepian? “
c. Kontrak
- Topik
“ Karena Mas masih merasa Kesepian, hari ini saya akan mengajarkan bagaimana cara berkenalan dengan orang lain, untuk pertama berkenalan dengan satu orang dulu…”
- Tempat
“ Ehm…Mas mau berbicara dimana? Biar lebih nyaman….”
“ Baiklah kalau mas mau disana, ayo kita kesana….”
- Waktu
“ Kita akan berbicara selama 15 menit….”
2. Fase kerja
“ Mas saya ajarkan cara berkenalan dengan orang lain, ini agar mas tidak kesepian lagi, jadi mas punya teman untuk berbicara “
Sekarang kita berlatih berkenalan ya, latihan ini bisa kita mulai berkenalan dengan perawat, caranya adalah mas bilang dulu kalau mas berkenalan ( sambil bersalaman ) kemudian mas sebutkan nama mas, setelah itu, mas tanyakan nama orang yang diajak berkenalan
“ Bagaimana, apakah mas sudah mengerti ? Nah, sekarang kita praktekkan ya, mas berlatih berkenalan dengan perawat dulu….”
“ Saya akan memanggil teman saya, agar mas bisa berkenalan, tapi kalo mas malu bisa dengan saya saja dulu, atau mas mau pilih sendiri? ”
“ Sebelumnya saya akan mempraktekannya mas perhatikan baik-baik ya…setelah itu baru mas lakukan ”
“ Wah, bagus sekali ternyata mas sudah mempraktekkannya dengan baik, setelah berkenalan mas bisa ngobrol dengan orang yang mas ajak berkenalan dan mas bisa membicarakan tentang banyak hal atau mas bisa menceritakan masa lalu mas yang berkesan bagi diri mas sehingga mas dan orang yang baru mas kenal itu semakin akrab
“ Bagaimanaperasaan mas setelah berkenalan dengan perawat tadi “
“Sekarang mas sudah tahu kan kalau banyak teman itu sangat menyenangkan jadi mas jangan takut untuk berkenalan dengan orang lain”
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
1. Evaluasi Subyektif
“ Untuk hari ini mas sudah sangat bagus karena mas mau bekerja sama dengan saya, bagaimana perasaan mas setelah berkenalan?“
2. Evaluasi Objektif
“ Jadi setelah tadi yang saya ajarkan, menurut mas keuntungan bisa berkenalan dengan orang lain apa?
b. Tindak Lanjut
“ Mas untuk hari ini cukup, yang sudah saya ajarkan tadi mas ingat-ingat dan jangan takut untuk berkenalan dengan orang lain agar mas tidak merasa kesepian dan bisa punya teman yang banyak. “
c. Kontrak yang akan datang
“ Baik mas besok jam 10 saya akan mengajarkan cara berkenalan dengan 2 orang sehingga teman mas semakin banyak. Apakah mas bersedia? “
“ Tempatnya diteras, supaya kita bisa lebih rileks. Bagaimana mas? “
“ Baiklah mas, sampai ketemu besok jam 10, saya permisi dulu….”
“ Assalamualaikum……………

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

bagiku kesempurnaan bukanlah segalanya akan tetapi proses menuju kesempurnaan itulah yang paling utama.